Minggu, 21 Oktober 2018

7. Cryptography

Disusun Oleh:
Yusuf Alvino Riondi
064001600014
Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Trisakti
Jakarta – Indonesia
2018
Teori Percobaan
Kriptografi (cryptography) berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari dua suku kata yaitu kripto dan graphia. Kripto artinya menyembunyikan, sedangkan graphia artinya tulisan. Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi, seperti kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, serta autentikasi data .Tetapi tidak semua aspek keamanan informasi dapat diselesaikan dengan kriptografi.

Kriptografi dapat pula diartikan sebagai ilmu atau seni untuk menjaga keamanan pesan.
Pada prinsipnya, Kriptografi memiliki 4 komponen utama yaitu:
Plaintext, yaitu pesan yang dapat dibaca
Ciphertext, yaitu pesan acak yang tidka dapat dibaca
Key, yaitu kunci untuk melakukan teknik kriptografi
Algorithm, yaitu metode untuk melakukan enkrispi dan dekripsi
Kemudian, proses yang akan dibahas dalam artikel ini meliputi 2 proses dasar pada Kriptografi yaitu:

Enkripsi (Encryption)
Dekripsi (Decryption)

dengan key yang digunakan sama untuk kedua proses diatas. Penggunakan key yang sama untuk kedua proses enkripsi dan dekripsi ini disebut juga dengan Secret Key, Shared Key atau Symetric Key Cryptosystems.
Berikut adalah ilustrasi 4 komponen dan 2 proses yang digunakan dalam teknik kriptografi.

Image


Enkripsi
Enkripsi (Encryption) adalah sebuah proses menjadikan pesan yang dapat dibaca (plaintext) menjadi pesan acak yang tidak dapat dibaca (ciphertext). Berikut adalah contoh enkripsi yang digunakan oleh Julius Caesar, yaitu dengan mengganti masing-masing huruf dengan 3 huruf selanjutnya (disebut juga Additive/Substitution Cipher):

Plaintext Ciphertext
rumah         xasgn
motor         suzux
kompor         qusvux
dst…

Dekripsi
Dekripsi merupakan proses kebalikan dari enkripsi dimana proses ini akan mengubah ciphertext menjadi plaintext dengan menggunakan algortima 'pembalik' dan key yang sama. Contoh:

Ciphertext Plaintext
xasgn         rumah
suzux         motor
qusvux        kompor
dst…


Contoh Kriptografi : 

Data Asal = " RUMAH "
Key = 7 
Data Acak ?

Image
Cryptanalysis adalah kajian dan analisis untuk memahami cara kerja sekaligus cara untuk memecahkan sistem cryptography. Dalam cryptanalysis dipelajari beberapa cara untuk memecahkan pesan rahasia (decrypt) dengan mendapatkan key. Beberapa cara yang sering digunakan ialah frequency analysis, dictionary attack, brute force attack, dan juga man in the middle attack.

Brute Force Attack
Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa brute force attack ialah serangan untuk mendapatkan key dengan paksa mencoba setiap kemungkianan yang ada. Biasanya brute force attack digunakan sebagai jalan terakhir untuk menembus sistem. Hal tersebut dikarenakan semakin panjang password yang digunakan maka semakin rumit untuk memecahkannya. Berikut ini contoh brute force attack dengan mengunakan Python. 


Alat dan Bahan Percobaan

1. OS Windows
2. CrypTool

Cara Percobaan
1. Buka CrypTool

2. Pada windows startingexample-en, isi pesan apa saja
3. Pesan di dekripsi dengan cara pilih Encrypt/ Decrypt -> Symmetric (modern) -> RC4

 4. Key length dan isinya bebas di isi apa saja, sebagai contoh key length 24 bits dan isi nya 00. Setelah itu pilih Encrypt

5. Akan muncul hasil dekripsi dari pesan yang sudah anda buat
 
6. Untuk mencari tau isi pesan tersebut, kita perlu mengetahui kode dekripsinya. Cara mengetahui kode dekripsinya dengan pilih Analysis - >Symmetric Encryption (modern) -> RC4


7. Karena tadi lenght dekripsi adalah 24 bits maka pada saat analisis juga pilih 2 bits, kemudian pilih Start
8. Akan muncur berbagai macam kemungkinan, dan anda pilih mana yang isi pesannya benar
Kesimpulan

kriptanalisis (Cryptanalysis), yaitu suatu ilmu pengetahuan dan seni untuk membongkar (breaking) data secara acak. Praktisi dari kriptanalisis disebut kriptanalis (Cryptanalyst).Kriptanalis berkembang sejalan dengan berkembangnya kriptografi. Setiap ada algoritma kriptografi baru yang dibuat oleh kriptografer, langsung diikuti oleh adanya upaya percobaan kriptanalisis. Percobaan kriptanalisis ini disebut attack (serangan).
 


Sabtu, 06 Oktober 2018

6. Quality of Service

Disusun Oleh:
Yusuf Alvino Riondi
064001600014
Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Trisakti
Jakarta – Indonesia
2018
Teori Percobaan

Quality of Service (QoS) merupakan mekanisme jaringan yang memungkinkan aplikasi-aplikasi atau layanan dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
Kinerja jaringan komputer dapat bervariasi akibat beberapa masalah, seperti halnya masalah bandwidth, latency dan jitter, yang dapat membuat efek yang cukup besar bagi banyak aplikasi. Sebagai contoh, komunikasi suara (seperti VoIP atau IP Telephony) serta video streaming dapat membuat pengguna frustrasi ketika paket data aplikasi tersebut dialirkan di atas jaringan dengan bandwidth yang tidak cukup, dengan latency yang tidak dapat diprediksi, atau jitter yang berlebih. Fitur Quality of Service (QoS) ini dapat menjadikan bandwidth, latency, dan jitter dapat diprediksi dan dicocokkan dengan kebutuhan aplikasi yang digunakan di dalam jaringan tersebut yang ada.
Dalam jaringan packet-switched, Qos dipengaruhi oleh beberapa factor yang dibagi menjadi factor manusia dan factor teknis. Faktor manusia terdiri dari : stabilitas service, ketersediaan service, waktu tenggang, dan informasi pengguna. Faktor teknis terdiri dari keandalan, skalabilitas, efektifitas, dan maintanabilitas.
Banyak hal dapat terjadi pada paket saat paket – paket itu dikirimkan dari asal ke tujuannya. Hal itu dipengaruhi beberapa faktor sebagai berikut:

Low throughput

Oleh karina muatan yang bervariasi dari pengguna yang menggunakan sumber daya jaringan yang sama, bit rate dapat disediakan pada data stream terkait. Namun, hal itu terlalu rendah untuk realtime multimedia service jika seluruh data stream mendapat prioritas penjadwalan yang sama.

Dropped packets

Router mungkin akan menjatuhkan beberapa paket jika data – datanya korup atau paket – paket itu tiba pada saat elemen penyangganya sudah penuh. Aplikasi yang menerimanya mungkin akan meminta agar informasi ditransmisikan. Hal ini mengakibatkan waktu tenggang yang cukup lama pada transmisi secara umum.

Errors

Kadang – kadang paket mengalami korup akibat kesalahan yang disebabkan oleh noise dan interference, khususnya pada komunikasi nirkabel dan pada kabel copper yang panjang. Receiver harus mendeteksi hal ini dan jika paket dijatuhkan, receiver meminta agar informasi yang terkait hal itu ditransmisikan.

Latency

Akan terjadi waktu tenggang yang cukup lama bagi sebuah paket untuk meraih tujuannya, karena paket itu ditahan di dalam antrian atau mengambil rute yang agak jauh untuk menghindari kemacetan. Pada beberapa kasus waktu tenggang yang berlebihan dapat menjadikan aplikasi tidak berguna.

Jitter

Paket – paket yang berasal dari sumber akan mencapai tujuan dengan waktu tenggang yang berbeda. Sebuah paket delay akan memiliki posisi yang bervariasi dalam antrian router sepanjang jalur antara asal dan tujuan. Posisinya dapat bervariasi secara tidak terduga. Variasi dari waktu tenggang ini disebut dengan istilah jitter. Jitter dapat mempengaruhi kualitas dari streaming audio / video.

Out-of-order delivery

Ketika beberapa paket – paket yang terkait dikirimkan melalui sebuah jaringan, paket – paket yang berbeda bias saja mengambil rute yang berbeda. Hal ini mengakibatkan waktu tenggang yang berbeda pula. Hasil dari proses ini mengakibatkan paket – paket tiba pada urutan yang berbeda dari urutan ketika mereka dikirimkan. Masalah ini membutuhkan protocol tambahan khusus yang bertanggung jawab untuk mengatur ulang paket yang sudah terlambat. Pengaturan dilakukan dalam tahaoan isochronous sessat paket tersebut mencapai tujuannya. Secara khusus, hal ini penting diperlukan untuk video dan VoIP ketika kualitas dipengaruhi secara dramatis oleh waktu tenggang dan urutan yang berkurang.

QoS pada Beberapa Aplikasi

Qos pada aplikasi pengiriman bisa saja berbeda. Aspek penilaian QoS dari media – media yang terkait adalah pada factor yang mempengaruhi QoS. Secara umum aspek – aspek penilaian itu dibedakan menjadi Bandwidht, Delay, Jitter, dan Loss.
Aplikasi – aplikasi berbeda dalam aspek kebutuhan bandwidth. Misalnya, email, audio streaming, dan remote login tidak membutuhkan terlalu banyak. Sedangkan file sharing dan video streaming membutuhkan banyak bandwidth.
Pada aspek kebutuhan waktu tenggang, aplikasi file transfer : email dan video, tidak seberapa mengharuskan waktu tenggang yang rendah. Jika seluruh paket ditunda secara bertahap tiap detik, maka tidak ada masalah yang berarti. Aplikasi interaktif seperti web browser, remote login, mengharuskan waktu tenggang yang rendah. Aplikasi yang realtime seperti video conference, telepon sangat membutuhkan waktu tenggang yang rendah. Jika setiap perkataan dalam aplikasi telepon ditunda lama, maka penguna tidak akan menerima koneksinya dengan baik.
Variasi waktu tenggang pada aplikasi – aplikasi pengiriman data disebut jitter. Tiga aplikasi pertama : Email, File sharing, dan Web access membutuhkan interval pengiriman yang tidak terlalu teratur. Remote login membutuhkan interval pengiriman data yang lebih teratur karena layar akan menampilkan bintik – bintik jika koneksi mengalami gangguan pada waktu pengirimannya. Video dan audio streaming sangat sensitif terhadap interval pengiriman yang tidak teratur. Jika pengguna sedang menonton video dan frame mengalami penundaan misalnya 2000 detik, tidak ada masalah yang terjadi. Namun, jika waktu penundaan bervariasi secara acak antara 1 atau 2 detik, tayangan videonya akan sangat buruk dan menjengkelkan. Begitu juga pada transmisi audio streaming. Audio streaming membutuhkan jitter yang tidak lebih dari 1 milisecond.

Mencari delay paket = paket waktu kedatangan - paket waktu awal

Mencari delay rata-rata = jumlah delay / jumlah paket

Mencari through put = Jumlah data yang di kirim / waktu pengiriman data 

Mencari loss paket >> ada pada firture wiresharks
Lab Setup
1.      teamviewer
2.      OS Windows
3.      Laptop
CARA PERCOBAAN   

1. Cari file yang ingin didownload apa saja bebas, jgn download sebelum buka wireshraks.
2. Buka wiresharks jalankan capture wifi.
3. Download file yang tadi disiapkan untuk mendownload

4. Pada wiresharks akan tercatat koneksi kita dengan server download
5. Kita filter dengan mengetikan TCP pada tempat filter

6. Pada tampilan ini kita dapat menghitung delay paket dan paket rata2

Delay paket 1 = paket waktu kedatangan pada no 5 - paket waktu awal pada no 3
Delay paket 1 = 244.195278 - 4.366684
Delay paket 1 = 239.828594 sec

Untuk paket rata2 dan Through put kita lihat pada statistic pilih summary/capture file properties
Untuk filter kita ambil data display

Mencari delay rata-rata = jumlah delay (time span)  / jumlah paket (packets)
Mencari delay rata-rata = 609.215 / 73586
Mencari delay rata-rata = 0.0082 sec
Untuk Through putnya adalah

Mencari through put = Jumlah data yang di kirim  (bytes) / waktu pengiriman data (time span)
Mencari through put = 67458863 / 609.215
Mencari through put = 110730,79 sec

Untuk Mencari Paket Lost dengan cara tulis pada filter tcp.analysis.ack_lost_segment


Pada bagian bawah terlihat paket yang hilang yaitu 0%